JAKARTA - Harapan masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Sulawesi Tenggara akhirnya terjawab.
Maskapai Flyjaya resmi mengumumkan kembalinya layanan penerbangan yang menghubungkan Wakatobi dengan Kendari. Pengaktifan kembali rute ini menjadi langkah krusial dalam memulihkan aksesibilitas menuju salah satu destinasi wisata unggulan nasional.
Dengan dibukanya kembali jalur udara ini, pemerintah daerah dan maskapai berkomitmen untuk menjaga integritas konektivitas wilayah, guna memastikan pergerakan orang dan barang dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan andal di tahun 2026.
Pemulihan Akses Strategis Menuju Destinasi Dunia
Wakatobi, yang dikenal sebagai salah satu surga bawah laut dunia, sempat mengalami tantangan aksesibilitas udara dalam beberapa waktu terakhir. Kembalinya Flyjaya di rute ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi warga lokal, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata internasional di Sulawesi Tenggara.
Integritas layanan Flyjaya pada rute ini difokuskan untuk memberikan kepastian jadwal bagi para wisatawan dan pelaku bisnis. Dengan durasi terbang yang jauh lebih singkat dibandingkan jalur laut, konektivitas udara ini diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan ke Taman Nasional Wakatobi secara signifikan, yang pada gilirannya akan menstimulus pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah pesisir tersebut.
Jadwal dan Detail Operasional Penerbangan
Flyjaya menempatkan armada terbaiknya untuk melayani rute ini dengan standar keamanan penerbangan nasional yang ketat. Fokus utama maskapai adalah memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang yang melakukan perjalanan dari Ibu Kota Provinsi menuju Kepulauan Wakatobi atau sebaliknya.
| Detail Operasional | Keterangan |
|---|---|
| Rute Penerbangan | Kendari (KDI) – Wakatobi (WKT) PP |
| Maskapai Pelaksana | Flyjaya |
| Fokus Layanan | Transportasi Penumpang dan Logistik Ringan |
| Tujuan Utama | Akselerasi Ekonomi dan Pariwisata Daerah |
Pemerintah daerah berharap maskapai dapat menjaga konsistensi jadwal keberangkatan (On-Time Performance). Integritas operasional ini sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan pasar, terutama bagi agen perjalanan dan operator tur yang telah lama menantikan kembalinya akses udara langsung ke Wakatobi di tahun 2026 ini.
Dampak Positif bagi Pembangunan Daerah
Kembalinya penerbangan ini diprediksi akan membawa dampak berganda (multiplier effect) bagi pembangunan di Sulawesi Tenggara:
Efisiensi Logistik: Mempercepat distribusi barang-barang bernilai tinggi dan kebutuhan medis darurat antarwilayah.
Peningkatan PAD: Mendorong pendapatan asli daerah melalui sektor pajak bandara dan retribusi pariwisata.
Konektivitas Pemerintahan: Memudahkan koordinasi administratif antara pemerintah kabupaten di Wakatobi dengan pemerintah provinsi di Kendari.
Pemerintah terus menjalin sinergi dengan pihak maskapai untuk memastikan keberlanjutan rute ini melalui berbagai skema dukungan, termasuk promosi bersama. Integritas kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci agar rute Wakatobi–Kendari tetap kompetitif secara komersial dalam jangka panjang.