Unilever Indonesia

Laba Unilever Indonesia 2025 Melonjak 126,82 Persen, Penjualan Tembus Rp31,94 Triliun dan Kas Meroket Tajam

Laba Unilever Indonesia 2025 Melonjak 126,82 Persen, Penjualan Tembus Rp31,94 Triliun dan Kas Meroket Tajam
Laba Unilever Indonesia 2025 Melonjak 126,82 Persen, Penjualan Tembus Rp31,94 Triliun dan Kas Meroket Tajam

JAKARTA - Performa keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan di tengah dinamika industri barang konsumsi. Kinerja ini tercermin dari pertumbuhan laba yang melesat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, UNVR membukukan laba sebesar Rp7,64 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut tumbuh 126,82% secara year on year dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp3,36 triliun.

Pertumbuhan laba yang tinggi ini sejalan dengan peningkatan penjualan perusahaan. Hingga akhir tahun 2025, penjualan bersih UNVR tercatat mencapai Rp31,94 triliun.

Nilai tersebut meningkat 4,34% dibandingkan penjualan tahun 2024 yang sebesar Rp30,62 triliun. Kenaikan penjualan menjadi salah satu penopang utama membaiknya kinerja perseroan.

Kenaikan pendapatan turut mendorong peningkatan laba bruto. UNVR mencatat laba bruto sebesar Rp14,99 triliun, naik dari sebelumnya Rp14,56 triliun.

Pertumbuhan pada level laba bruto mencerminkan efektivitas perusahaan dalam menjaga margin. Kinerja ini menjadi fondasi bagi peningkatan laba pada level berikutnya.

Kontribusi Penjualan dari Dua Segmen Utama

Secara rinci, penjualan UNVR ditopang oleh segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh. Segmen tersebut mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp23,35 triliun.

Sementara itu, segmen makanan dan minuman turut memberikan kontribusi signifikan. Pos ini membukukan penjualan sebesar Rp8,58 triliun sepanjang tahun 2025.

Kedua segmen tersebut menjadi pilar utama dalam struktur pendapatan perusahaan. Dominasi kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh tetap terlihat dalam komposisi penjualan.

Peningkatan pada masing-masing lini bisnis menunjukkan daya tahan produk-produk UNVR di pasar. Hal ini memperkuat posisi perusahaan di industri barang konsumsi nasional.

Kinerja penjualan yang positif juga memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperbaiki struktur biaya. Upaya efisiensi menjadi faktor penting dalam mendongkrak laba bersih.

Efisiensi Beban Dorong Laba Usaha Meningkat

Dari sisi operasional, UNVR berhasil menekan sejumlah beban usaha. Beban pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp7,39 triliun dari sebelumnya Rp7,67 triliun.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan. Pos ini tercatat sebesar Rp2,96 triliun dibandingkan Rp3,06 triliun pada periode sebelumnya.

Efisiensi pada dua komponen beban tersebut berdampak langsung pada peningkatan laba usaha. Laba usaha UNVR naik menjadi Rp4,59 triliun dari Rp3,81 triliun.

Kenaikan laba usaha menunjukkan perbaikan kualitas operasional perusahaan. Strategi pengendalian biaya memberikan kontribusi nyata terhadap hasil akhir.

Setelah memperhitungkan penghasilan dan biaya keuangan, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp4,49 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan Rp3,75 triliun pada periode sebelumnya.

Sementara itu, beban pajak penghasilan tercatat sebesar Rp960,98 miliar. Perhitungan tersebut menghasilkan laba dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp3,54 triliun.

Laba dari operasi yang dilanjutkan tersebut meningkat dari Rp2,90 triliun pada periode sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi perbaikan kinerja inti perusahaan.

Kontribusi Operasi yang Dihentikan dan Lonjakan Laba

Lonjakan kinerja UNVR semakin terlihat setelah memperhitungkan kontribusi dari operasi yang dihentikan. Perseroan mencatat laba dari operasi yang dihentikan sebesar Rp4,10 triliun setelah pajak.

Nilai tersebut termasuk keuntungan penjualan unit usaha sebesar Rp3,79 triliun. Kontribusi ini memberikan tambahan signifikan terhadap total laba tahun berjalan.

Gabungan antara kinerja operasi yang dilanjutkan dan operasi yang dihentikan menghasilkan laba bersih Rp7,64 triliun. Angka tersebut memperlihatkan lonjakan 126,82% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja ini menjadi salah satu capaian terbesar UNVR dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan laba menunjukkan perbaikan menyeluruh baik dari sisi operasional maupun aksi korporasi.

Dengan hasil tersebut, posisi keuangan perusahaan juga mengalami perubahan signifikan. Struktur neraca menunjukkan peningkatan pada sejumlah pos utama.

Posisi Liabilitas, Ekuitas, dan Kas Menguat

UNVR mencatat total liabilitas sebesar Rp15,54 triliun pada tahun 2025. Nilai ini meningkat dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp13,89 triliun.

Di sisi lain, jumlah ekuitas perusahaan mengalami kenaikan yang lebih signifikan. Ekuitas naik dari Rp2,14 triliun menjadi Rp4,47 triliun pada tahun 2025.

Kenaikan ekuitas mencerminkan penguatan struktur permodalan perusahaan. Hal ini sejalan dengan peningkatan laba yang dibukukan sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, posisi kas dan setara kas menunjukkan lonjakan tajam. UNVR melaporkan total saldo kas dan setara kas mencapai Rp5,7 triliun.

Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp671,18 miliar. Peningkatan kas memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis ke depan.

Dengan kinerja penjualan yang tumbuh, efisiensi beban yang terjaga, serta kontribusi dari operasi yang dihentikan, UNVR berhasil mencatatkan hasil keuangan yang solid pada tahun 2025. Lonjakan laba 126,82% menjadi penegasan bahwa perseroan mampu memperkuat fundamental di tengah tantangan pasar yang dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index