Surabaya — PLN Enjiniring sebagai perusahaan penyedia jasa enjiniring dan integrator sistem menuntaskan pelaksanaan pilot project infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Centre di kawasan The Avenue MERR, Surabaya. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi PLN Enjiniring dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan sekaligus integrasi sistem pengisian daya. Proyek tersebut direalisasikan melalui kolaborasi bersama PLN Electricity Services dan Utomo Charge+ sesuai dengan peran dan kompetensi masing-masing pihak.
SPKLU Centre The Avenue MERR Surabaya memiliki total kapasitas sistem sebesar 720 kW dengan teknologi split DC. Fasilitas ini dilengkapi 6 unit dispenser dengan total 12 gun, yang masing-masing dirancang memiliki kapasitas maksimum hingga 400 kW DC per dispenser dan 200 kW DC per gun, dengan pengaturan daya disesuaikan terhadap kapasitas sistem. Infrastruktur ini mendukung layanan pengisian daya tinggi melalui skema power sharing, yang pada tingkat okupansi penuh dapat membagi daya sekitar 60 kW DC per gun. Pilot project ini dijalankan untuk memastikan kesiapan teknis, efektivitas operasional, serta integrasi sistem berjalan optimal. Setelah seluruh parameter pengujian terpenuhi, SPKLU Centre memasuki fase operasional awal dan telah dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Super App PLN Mobile.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyampaikan bahwa pengembangan SPKLU Centre di Surabaya merupakan langkah strategis lanjutan dalam memperkokoh ekosistem kendaraan listrik nasional yang dirancang dan diuji secara bertahap. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan infrastruktur berjalan sesuai standar, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menurutnya, terpenuhinya seluruh parameter pengujian serta tersedianya layanan melalui PLN Mobile menandai kesiapan infrastruktur memasuki tahap operasional awal, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan pengisian yang andal dan berkualitas.
Ke depan, PLN Enjiniring berkomitmen terus memperkuat kapabilitas enjiniring melalui inovasi, profesionalisme, serta kolaborasi berkelanjutan guna mendukung percepatan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Langkah ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap agenda transisi energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.